Sejarah Majapahit Lengkap

Suka sekali rasa-rasanya kesempatan ini bisa kami berikan artikel mengenai Sejarah Kerajaan Majapahit Lengkap mencakup Awal berdirinya Kerajaan Majapahit, Raja-raja Kerajaan Majapahit, Masa Kejayaan Kerajaan Majapahit, Robohnya Kerajaan Majapahit, serta Peninggalan Kerajaan Majapahit (Candi, prasasti, serta bangunan lainnya)

sejarah majapahit
sejarah majapahit

A. AWAL BERDIRINYA KERAJAAN MAJAPAHIT

Sesudah Raja Kertanegara meninggal dunia dalam penyerangan Jayakatwang dari Kediri, jadi selesai juga kisah Kerajaan Singasari. Raja Kertanegara bersama semuanya pembesar istana tewas dalam penyerangan itu. Disamping itu, Raden Wijaya (menantu Kertanegara) berhasil melarikan diri serta memohon perlindungan pada Aria Wiraraja (Adipati Sumenep) di Madura.
Atas pertolongan Arya Wiraraja pulalah Raden Wijaya dapat diampuni oleh Jayakatwang serta lalu jadi orang keyakinan raja Kediri itu. Atas pertolongan Arya Wiraraja pulalah Raden Wijaya dihadiahi Rimba Tarik oleh Jayakatwang. Raden Wijaya bersama pengikutnya yang setia buka rimba Tarik (lokasi Trowulan, Mojokerto) untuk ditempati. Disinilah asal mula berdirinya Majapahit. Kata Majapahit sendiri di ambil dari buah Maja yang rasa-rasanya pahit. Karna rimba Tarik banyak buah Maja.

Pada th. 1293 pasukan Kubilai Khan dari Cina datang dengan maksud untuk menghancurkan Kerajaan Singasari. Mereka tidak ketahui kalau Singasari sudah hancur. Hal semacam ini digunakan oleh Raden Wijava untuk membalas dendam pada Raja Jayakatwang. Dengan siasat dari Aria Wiraraja, dikatakanlah kalau Raja Jawa itu yaitu Jayakatwang, jadi bergabunglah pasukan Raden Wijaya dengan pasukan mongol untuk membalas dendam pada Jayakatwang. Kurun waktu singkat, Kerajaan Kediri hancur serta Raja Jayakatwang terbunuh. Pasukan Kubilai Khan kembali pada pelabuhan, tetapi di dalam perjalanan pasukan Raden Wijaya dengan pertolongan pasukan Singasari dari Sumatera serta penambahan bala tentara dari Kadipaten Sumenep menyerang pasukan itu. Pasukan Kubilai Khan selekasnya pergi dari tanah Jawa serta Raden Wijaya jadi raja dengan titel Kertarajasa Jayawardhana. Menurut kidung Harsa Wijaya penobatannya itu berlangsung pada tanggal 15 bln. Karttika (ri purneng karttikamasa pancadasi) th. 1215 saka (12 Nopember 1293 M).

B. RAJA-RAJA KERAJAAN MAJAPAHIT

1. Kertajasa Jawardhana atau Raden Wijaya (1293 – 1309)

Raden Wijaya memiliki 4 orang istri (keempatnya yaitu putri Raja Kertanegara (Raja Singasari paling akhir) :
1. Dyah Sri Tribuaneswari (karna jadi putri sulung jadi jadi permaisuri) dikaruniai seseorang anak lelaki yang lalu jadi putra mahkota bernama Jayanegara
2. Dyah Dewi Narendraduhita (tidak memiliki putra)
3. Dyah Dewi Prajna Paramita (tidak memiliki putra)
4. Dyah Putri Styletri (jadi putri bungsu jadikan Rajapatni) dikaruniai 2 orang putri bernama “Tribuanatungga Dewi Jaya Wisnuwardhani (jadi Bhre Kahuripan) serta Rajadewi Maharajasa (jadi Bhre Daha)

Semasa berkuasa Raden Wijaya memerintah dengan bijaksana. Semuanya yang berjasa dalam berdirinya Majapahit di beri imbalan. Arya Wiraraja di beri kekuasaan di lokasi timur. Ronggolawe (anak dari Aria Wiraraja) di beri jabatan jadi Adipati Tuban. Disamping itu Nambi diangkat jadi mahapatih. Lembu Sora serta Gajah Biru diangkat jadi panglima perang. Sayang, pengangkatan Nambi jadi mahapatih nyatanya menyebabkan kecemburuan pada diri Ronggolawe. Dia terasa kalau semestinya Lembu Soralah yang diangkat jadi mahapatih karna Nambi dinilai tidak besar jasanya pada berdirinya Majapahit. Pada akhirnya Ronggolawe juga memberontak pada Kertarajasa. Raja Kertarajasa memerintahkan Nambi didampingi Lembu Sora serta Kebo Anabrang untuk menumpas pemberontakan Ronggolawe. Pada pertempuran di sungai Tambak Beras, Kebo Anabrang berhasil membunuh Ronggolawe dengan kejam. Lihat keponakannya dibunuh dengan kejam oleh Kebo Anabrang, Lembu Sorapun pada akhirnya membunuh Kebo Anabrang.

Raja Kertarajasa Jayawardhana meninggal dunia pada th. 1309 serta dimakamkan di Simping (Blitar) jadi Syiwa serta jadi Budha di Antahpura (dalam kota Majapahit), sedang arca perwujudannya yaitu “Harihara” yakni Wisnu serta Syiwa dalam satu arca.

2. Jayanegara (1309-1328)
Pararaton mengatakannya Saat Gemet, yang bermakna ” penjahat lemah “. Kepemimpinan Jayanegara kurang bijaksana serta kurang berwibawa. Pada saat pemerintahannya banyak diikuti oleh pemberontakan-pemberontakan, semuanya yang berjasa mengantarkan Raden Wijaya jadi raja Majapahit terasa tidak senang dengan pemerintahan Jayanegara serta pada akhirnya memberontak diantaranya : pemberontakan Lembu Sora, pemberontakan Juru Demung serta Gajah Biru, pemberontakan Nambi, pemberontakan Ra Kuti serta Ra Semi. Pemberontakan paling akhir adalah pemberontakan yang terbesar serta beresiko, pasukan Ra Kuti berhasil kuasai ibukota kerajaan hingga Raja Jayanegara sangat terpaksa melarikan diri ke Bedonder. Atas usaha pasukan Bhayangkari pimpinan Gajah Mada pemberontakan Ra Kuti bisa dipadamkan. Pada th. 1328, Jayanegara dibunuh oleh tabibnya, Ra Tanca. Ra Tanca sendiri pada akhirnya tewas ditangan Gajah Mada waktu itu juga.

Jayanegara tidak memiliki keturunan, oleh karenanya Ibu tirinya yakni Styletri Rajapatni semestinya menggantikannya, walau demikian Rajapatni pilih mengundurkan diri dari istana serta jadi bhiksuni. Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani untuk jadi ratu Majapahit.

Sebagian informasi kami dapat dari LEARNSEJARAH.COM apabila anda berniat untuk mencari artikel mengenai website sejarah. Anda dapat mengunjungi web tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *