Doa Dan Dzikir Menjamin Keselamatan Pasukan

Pada awal bulan Ramadhan tahun kedua Hijriyah, tersebar berita kepulangan rombongan pedagang kaum musyrikin Quraisy dari Syam. Terdiri dari seribu unta yang penuh dengan muatan barang dagangan, mereka dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb dan dikawal oleh beberapa pulauh pengawal Rasulullah Saw segera mengumpulkan para sahabat dan merencanakan penghadangan. Kepada mereka, beliau bersabda, ” Inilah dia rombongan unta Quraisy yang membawa harta perdagangan mereka. Keluarlah kalian untuk menghadangnya, semoga Allah menguasakan kepada kalian harta perdagangan mereka”. Dalam waktu singkat , sejumlah 313 sahabat Muhajirin dan Anshar berangkat bersama Rasulullah untuk menghadangnya.

zikir akhir zaman zulkifli pdf

Abu Sufyan yang telah mendapat kepastian berita penghadangan, segera menyewa Dhamdham bin Amru AlGhifari untuk menyampaikan berita ke Mekkah. Begitu berita sampai, kaum Quraisy segera menyusun kekuatan Seluruh laki-laki dewasa dari semua kabilah -minus penduduk Bani “adi dan Abu Lahab yang diwakili oleh Al ‘Ash Bin Hisyam bin Mughirah – dan para budak berangkat. Jumlah mereka mencapai seribu orang dengan senjata yang lengkap. Mereka segera berangkat untuk menyelamatkan hartanya. Pada waktu yang sama, Abu Sufyan telah membawa rombongan dagangnya ke jalan dipesisir pantai menjauh dari Badar. Ketika kaum muslimin sammpai didekat lembah Badar, diluar dugaan ternyata rombongan Abu Sufyan telah lewat. Maka usaha penghadangan pun gagal. namun hal yang lebih tak terduga lagi adalah kedatangan pasukan Quraisy, yang jumlahnya tiga kali lebih besar dari pasukan Islam dan bersenjatakan lebih lengkap.

Anda mungkin tertarik :

zikir akhir zaman

Rasulullah SAW dan kaum muslimin mengharapkan akan berhadapan dengan pasukan kecil yang membawa harta berlimpah. Namun yang dihadapi justru pasukan besasr bersenjata lengkap, dengan niat bertempur habis-habisan. Peristiwa ini diluar perhitungan sungguh bisa membuat mental jatuh. Tak heran, ketika Rasulullah bertanya kepada para sahabat , ” Apa pendapat kalian apabila kita terpaksa harus berperang melwan kaum ( Quraisy ), karena mereka telah diberi kabar tentang penghadangan kalian? ” Para sahabat menjawab ” Tidak, demi Allah, kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi musuh. Sejak awal, tujuan kita keluar adalah untuk menghadang rombongan dagang. ”

Untuk Menguatkan mental mereka, Rasulullah sampai mengulang pertanyaan tersebut selama beberapa kali. Namun merka tetap memberikan jawaban yang sama, sampai akhirnya Miqdad bin Al Aswad berdiri dan menjawab, ” Demi Allah yang jiwa kami berada di tangan-Nya. Kami tidak akan berkata sebagaimana Bani ISrail berkata kepada Nabi Musa, “Pergilah engkau dan Rabbu mu untuk berperang, maka kami akan duduk menunggu hasilnya ” Namun kami katakan, ” Pergilah engkau dan Rabbmu berperang niscaya kami akan berperang bersama engkau !”

Sahabat Abu Ayub Al Anshari berkometar, “Kami , seluruh sahabat Anshar, berandai-andai apabila kami tadi juga mengatakan perkataan sperti perkataan Miqdad, tentu lebih kami sukai daripada harta yang banyak ”

Akibat peristiwa ini, Allah menurunkan ayat-Nya :

” Sebagaimana Rabb mu mengeluarkanmu dari rumahmu dengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang beriman itu tidak menyukainya.

Mereka membantahmu tentang kebenaran sesudah nyata ( bahwa mereka pasti menang ) seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat ( sebab-sebab kematian itu ).

Dan Ingatlah, ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan ( rombongan dagang Abu Sufyan atau pasukan Quraisy yang dipipin Abu Jahal ) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah ( rombongan dagang Abu Sufyan ) yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat0ayat Nya dan memusnahkan orang-orang kafir

( Al Anfal 5-7 )

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *